Sat. Feb 29th, 2020

Ekspor Toyota Indonesia 2019 meningkat sedikit dibandingkan dengan 2018

2 min read

Jakarta – Pada 2019, ekspor mobil masih akan mencatat kinerja positif di tengah guncangan krisis ekonomi global. Pengiriman seluruh kendaraan (Dibangun lengkap/ CBU bermerek Toyota telah mencatat pencapaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir, sebesar 208.500 unit, sedikit meningkat dari volume ekspor 2018 sebesar 206.500 unit.

Kinerja ekspor ini didukung oleh model Kendaraan sport (SUV) Fortuner dan Rush masing-masing 45.300 unit dan 50.300 unit. Model sedan Vios juga mendukung pencapaian positif ekspor CBU merek Toyota dengan volume 31.000 unit. Dari segmen Kendaraan serbaguna (MPV), model yang andal seperti Kijang Innova dan Avanza telah berhasil dikirim ke luar negeri dengan volume masing-masing 5.300 unit dan 28.900 unit. model Mobil hijau berbiaya rendah (LCGC) Agya juga berpartisipasi dalam proyek ekspor 2019 dengan volume 27.800 unit. Sementara model Yaris, Sienta dan Town Ace / Lite Ace melengkapi kinerja ekspor CBU Toyota dengan volume total 19.900 unit.

Selain mengekspor seluruh kendaraan, Toyota juga mengirimkan kendaraan yang sudah membusuk (Penghapusan total/ CKD) hingga 45.400 unit, mesin bensin dan etanol tipe TR dan NR dengan total 123.600 unit dan komponen kendaraan dengan volume 94,2 juta unit. Produk ekspor Toyota telah menembus lebih dari 80 negara tujuan di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Karibia.

"Mempertahankan dan meningkatkan kinerja ekspor tidak mudah karena melibatkan banyak faktor seperti daya saing produk, daya saing produk, dukungan infrastruktur regulasi," kata Warih Andang Tjahjono, CEO PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Krisis global diperkirakan akan secara signifikan memperlambat laju pertumbuhan produk ekspor Toyota dari Indonesia. Belum lagi hambatan tambahan untuk rezim non-tarif di beberapa negara tujuan ekspor yang telah berkontribusi terhadap penurunan kinerja pengiriman produk otomotif dalam negeri. Tantangan bagi ekspor otomotif di masa depan adalah untuk mengurangi konsumsi produk otomotif karena melemahnya kondisi ekonomi di negara maju. Penting untuk menemukan negara tujuan baru untuk mempertahankan kinerja ekspor.

Gam, Toyota, Youtube: Cowboy Bang

Pos Ekspor Toyota Indonesia 2019 meningkat sedikit dibandingkan dengan 2018 pertama kali muncul Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.