Fri. Jul 3rd, 2020

LG Chemical ingin berpartisipasi dalam proyek pilot motor listrik

2 min read

Jakarta – Perusahaan Korea Selatan yang terkenal, LG Chemical ingin berpartisipasi proyek percontohan pengembangan kendaraan bermotor listrik di negara ini. Langkah ini dapat mempercepat penerapan peraturan presiden nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik bertenaga baterai.

"LG Chemical harus berpartisipasi dalam proyek, misalnya dengan memasok baterai motor listrik dengan sebuah program pertukaran baterai"Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pada hari Rabu (1/8) setelah bertemu dengan direktur LG Chemical di Jakarta.

Menteri Perindustrian Berharap LG Chemical Akan Berkolaborasi Dengan Delapan Perusahaan Motor Listrik proyek percontohan itu. Delapan perusahaan sepeda motor listrik kemungkinan akan berpartisipasi dalam proyek ini, yaitu PT Wijaya Karya Tbk / WIKA (Gesit), PT Triangle Motorindo (VIAR), PT Juara Bike (Selis), PT Migo Ebike Success (MIGO), PT Green City Traffic (ECGO), PT Terang Dunia Internusa (Amerika Serikat), PT Tomara Jaya Perkasa (Tomara) dan PT Volta Indonesia Semesta (Volta).

"Untuk proyek percontohan pertukaran baterai, akan memanfaatkan fasilitas beban di BSD Serpong, BPPT Serpong dan BPPT Jakarta. Kemudian LG Chemical dan mitra lokal akan membangun fasilitas pertukaran dan beban di Jakarta dan Tangerang, "kata Agus.

Sebelumnya, selama kunjungan kerja ke Seoul November lalu, Menteri Perindustrian AGK memiliki kesempatan untuk melakukannya. pertemuan individu dengan direksi LG Chemical. Pada pertemuan itu, perusahaan raksasa Negara Ginseng itu juga menyatakan keinginannya untuk melakukan studi terkait penggunaan baterai listrik pada sepeda motor untuk mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Lingkungan di Indonesia.

"LG bermaksud melakukan penelitian dan studi pendukung, studi pada kendaraan, terutama sepeda motor listrik," tambahnya.

Agus menambahkan, pemerintah menargetkan sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau hingga 2 juta unit pada 2025 untuk menjadi sepeda motor listrik. Dari jumlah ini, diperkirakan akan meningkat hingga 2029. Dengan demikian, pada 2030, Indonesia harus menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

"Untuk mencapai target ini, kami mendesak produsen mobil untuk membuka kegiatan produksi di Indonesia. Pemerintah percaya bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan di sektor otomotif, sehingga target untuk tahun 2030 tidak akan Bukan tidak mungkin untuk dicapai, "kata Menteri Perindustrian.

Kementerian Perindustrian mencatat, dalam hal produksi dan penjualan sepeda motor nasional dari 2010 hingga 2018, rata-rata lebih dari 6,5 juta unit per tahun. Ini berdampak positif karena banyak industri komponen lokal juga mengalami kemajuan seiring dengan peningkatan produksi.

Sementara itu, selama periode Januari hingga Oktober 2019, produksi sepeda motor tercatat 6,2 juta unit, dengan penjualan domestik 5,5 juta unit dan ekspor hingga 682 ribu unit. Negara tujuan utama untuk ekspor sepeda motor adalah dari Indonesia, termasuk Filipina, Thailand, Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Jepang, Eropa Barat dan Amerika. Latin.

Gam, Kemenperin, Youtube: Bang Koboi

Pos LG Chemical ingin berpartisipasi dalam proyek pilot motor listrik pertama kali muncul Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.